cerita ini saya persembahkan untuk sahabat terbaik dan teman saya, Desra Indra Aryahya yang sudah bahagia di surga, selamat jalan Desra, Sosok mu akan selalu kami kenang hingga akhir hayat, kawan :*
(03 Desember 1995 - 06 Oktober 2011)
Back To September
Created by : Tiana Yulia
“Oh ternyata sudah tanggal 30 Agustus ya
sekarang. Welcome September ”. Kata
Julie dengan penuh semangat. Bulan September sudah hampir tiba. Seperti biasa,
Julie selalu membuat list tentang hal-hal apa saja yang dia inginkan agar bias
tercapai pada bulan itu. Nilai dalam pelajaran yg semakin meningkat,
mempelajari hal-hal baru, bertemu dengan orang-orang yang baru, dan mungkin
menemukan cinta sejati. Amin.. Itulah list yang Julie buat untuk bulan September.
Entah kenapa harus bulan September, sepertinya akan ada hal hebat dan tidak
biasa yg akan terjadi di bulan itu, itulah kegalauan yang dirasakan oleh Julie.
Ia merasa seperti orang yang sudah bisa membaca hal apa yang akan terjadi di
masa mendatang.
1 september
2011
Hari senin, dan begitu banyak buku pelajaran yang harus dibawa pada hari
senin, dengan terlihat seperti sangat kerepotan dengan buku yang lumayan
banyak, dan melintasi koridor sekolah menuju ke kelas yang begitu jauh, memang..
kelas Julie berada pada lantai 3 sekolahnya, sekolah itu memiliki 4 lantai. Hal
itu sedikit membangkitkan badmood bagi Julie di hari pertama bulan September.
“Hmm, Can I help you to bring those
books ? sepertinya kamu terlihat sangat repot.” Kata seseorang di belakang
Julie. “Em.. ya, kalau tidak merepotkan.” Kata Julie yang kaget mendengar suara
tersebut. Tubuh tinggi dan tegap, rapi dan terlihat berwibawa. “Sepetinya dia
kakak kelas saya di sekolah ini”. Bisik Julie dalam hati. Mereka berdua lalu
menyusuri koridor sekolah dalam suasana yang hening, tak ada sepatah katapun
terucap diantara mereka berdua. “Kelas kamu disini kan ? Ini bukunya, saya mau
pergi dulu”. Kata anak yang bertubuh tegap itu dengan tergesa-gesa. “Oke,
thanks ya buat bantuannya, kalo boleh tau nama kam…..” kata Julie. Tetapi anak
tersebut sudah jalan sebelum Julie sempat menyelesaikan kata-katanya..
2 September
2011
rasa penasaran Julie semakin besar, ia ingin mengetahui siapa sebenarnya
orang yang membantunya kemarin. Hari ini sekolah masuk lebih pagi dan pulang
lebih cepat, setelah jam pelajaran bahasa inggris lanjut dengan istirahat.
Teman-teman Julie yang tergabung dalam gang AmazE-girl atau dikenal sebagai the
Amazing and Extraordinary girl gang, cukup terkenal meskipun hanya di seantero
kelas XI ipa saja. Mereka bergabung membicarakan siapa anak yang membantu Julie
di hari senin kemarin, setelah survei pada teman-teman sekelas, Juli akhirnya
tau kalau dia itu ternyata adalah kak
Marsel anak XII bahasa A. Kak Marsel ini ternyata adalah seorang murid
baru yang baru saja pindah beberapa minggu ini, ia orang yang cukup misterius,
dan hanya kepada beberapa orang saja dia pernah berbicara, termasuk teman-teman
se-gangnya dan kepada Julie saja ia pernah berbicara.
3 september
2011
seperti biasa, rutinitas awal Julie dimulai dengan pergi ke sekolah.
Tapi, ketika melintasi kelas XII di lantai 2, entah mengapa ia merasa seperti
ada beberapa orang yang melihatnya melintas pada saat itu, ternyata orang-orang
itu adalah Kak Marsel dan teman-temannya. Karena merasa canggung, Julie pun
lalu berlari menuju ke kelas secepatnya.
4 september
2011,
pukul 13.30, saatnya pulang setelah berkutat dengan 6 mata pelajaran pada
hari itu yang sungguh melelahkan dan cukup menguras tenaga. Saat berjalan
keluar menuju pagar sekolah, tiba-tiba saja ada banyak anak kelas X yang
berjalan di belakang Julie dan berteriak “SURPRISE“, Julie mendapat sebuah
hadia, yang ia tahu itu adalah coklat, dan bingkisan kado sedang. Julie yang
masih bingung pun menjadi semakin bingung karena diantara anak-anak tersebut
taka da yang mau memberi tahu dari mana kado tersebut dan dalam rangka apa kado
itu diberikan kepadanya. Dengan sedikit paksaan dari anak-anak tersebut,
akhirnya July menerima juga kado dan
coklat tersebut.
“Hyuh.. 4 hari yang benar-benar aneh di bulan
September, sungguh aneh,” kata Julie yang termenung menatap buku diarynya, ke 4
hari itu sampai-sampai membuatnya menjadi speechless dan tak tahu apalagi yang
harus ditulisnya di buku diarynya.
Hari-hari selanjutnya
di sekolah Julie, hanya biasa-biasa saja. Dia sudah tidak menerima
kejutan-kejutan atau beberapa hal aneh seperti yang ia alami selama 4 hari
kemarin. Dan Julie merasa sepertinya ia merindukan kejadian-kejadian kemarin
yang terjadi pada dirinya. Namun ia tetap menjalani hari-hari itu dengan penuh
semangat dan juga tentunya dengan selalu berpikiran positif. Ia hanya berpikir
kalau kejadian kemarin itu hanyalah ulah orang yang ingin kenal dengannya namun
engan cara yang tidak biasa.
15 September
2011
Hari itu hujan
besar turun sejak pagi hari, sehingga lapangan tennis maupun lapangan basket di
sekolah becek dan tergenang. Hari itu berlangsung biasa saja, namun anehnya
teman-teman dekat Julie seperti menjaga jarak dengannya pada hari itu. Namun
Julie tetap berusaha berpikir positif, ia menganggap mereka seperti itu karena
mereka sedang tak mau diganggu.
Julie pulang agak telat pada hari itu
karena ada beberapa tugas artikel sekolah yang harus ia kerjakan untuk tugas
karya ilmiahnya. 1 jam kemudan, tugas itu akhirnya selesai. Dan Julie pun
bergegas untuk pulang ke rumah, tapi langkahnya tiba-tiba terhenti ketika ia ada
di lapangan basket sekolahnya, karena melihat tulisan namanya yang begitu besar
dicetak dan terpampang di sana. Seingatnya tadi pagi tidak ada tulisan seperti
itu, dan anehnya lagi lapangan basket itu sekarang kering dan bersih padahal
tadi pagi hujan turun sangat deras dan lumayan lama.. “Happy birthday Julie
Stefany Gunawan, and would u like to my my girlfriend ?” kata seseorang dari kejauhan.
Julie hanya bingung dan tak tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi. Tiba-tiba
kak Marsel datang menghampirinya dan meminta jawaban atas pertanyaan tersebut,
di belakang kak Marsel, Julie melihat ada beberapa sahabatnya yang mengatakan
kata iya tapi dengan tidak bersuara, yang artinya meminta Julie untuk berkata
“YA”. Dengan mengikuti kata hatinya, dan tak sadar tiba-tiba Julie meneteskan air mata saking bahagianya, ia lalu berkata
ya. Jadilah pada tanggal 16 september adalah hari yang paling membahagiakan
dalam hidupnya. Julie lalu memeluk erat sahabatnya, menyadari bahwa ia sendiri
lupa pada hari ulang tahunnya dan tak menyangka bahwa ia bias menerima
seseorang seperti kak Marsel yang belum pernah ia kenal sebelumnya.
Sejak hari itu,
setiap harinya merupakan hari yang indah bagi Julie, ia mempunyai sahabat yang
sangat menyayanginya dan seserorang yang sangat berharga untuknya, sejak
tanggal 16 september, ia selalu menerima kejutan-kejutan kecil dari Kak Marsel
yang kini ia panggil Marsel, mulai dari coklat, cacing, dan segala sesuatu yang
tak pernah ia sangka-sangka sebelumnya.
Sebulan
kemudian, 15 oktober 2011, Marsel harus pergi ke Singapure untuk mengambil
dokumen-dokumen pindah sekolahnya yang masih tertinggal disana, ia pergi dengan
teman dekatnya, Mark,yang juga berasal dari sekolah yang sama. Marsel pergi kira-kira sekitar 1 minggu, dan
ia berjanji sepulangnya dari Singapure ia akan memberikan oleh-oleh kepada
Julie, yaitu sesuatu yang Julie tidak disangka-sangka Julie sebelumnya.
1 minggu pun
berlalu, dan itulah yang ditunggu-tunggu Julie, untuk bertemu dengan Marsel.
Orang yang paling terbodoh dan paling berharga dalam hidupnya.
Rencananya, sore
nanti pada saat Marsel tiba dari penerbangannya di Singapure, akan ada pesta
kecil-kecilan di kafe yang sudah dibuat oleh Julie untuk menyambut Marsel. Dan
itu adalah pesta kecil yang sangat sempurna yang pernah ia buat.
2 jam berlalu
dari waktu kedatangan Marsel, tapi pesawat belum juga ada tanda-tanda akan tiba,
“sepertinya pesawat delay, paling sebentar lagi pesawatnya akan sampai” kata
Julie dengan raut wajah sedikit cemas.
Tiba-tiba telepon
genggam Julie berdering, ternyata dari Marsel. “you know, I will always love
you, until the end. Now it’s too late to hold you, cause I am flown away, so
far away. But don’t worry, I’ll always shining down on you from heaven, shining
you from heaven, Julie Stefany Gunawan.” Kata Marsel dengan nada lembut. Yes, I
know that, I’ll love you too, and go home quickly, saya sudah siapkan pesta
kecil-kecilan yang menurut saya sangat sempurna untukmu.” Julie berkata di
telepon genggamnya dengan antusias. Tapi hening tidak ada suara. “Marsel,
kenapa diam ?” kata Julie bingung. Tapi tetap masih tak ada suara.
“Julie, pesawat yang
ditumpangi Marsel dan Mark dari Singapure menuju Indonesia…….. tidak ada yang
selamat dari kecelakaan itu” Kata Winda, sahabat Julie dengan mata berlinang.
Telepon genggam di tangan Julie pun seketika jatuh, ia tahu hal buruk telah
terjadi. Seolah dunia tiba-tiba menjadi
gelap,seperti itulah suasana hatinya kini.
Kau telah
terbang jauh, sangat jauh,jadi tetaplah
bersinar untukku selalu dari Surga..
"Bulan September
ku yang begitu indah, itulah akhirnya, tepat 10 tahun yang lalu peristiwa itu
terjadi, tetap membekas erat di ingatan ku seolah 1 september 2011 baru saja
terjadi kemarin. 1 yang ingin aku minta kepada Tuhan, kembalikanlah aku pada
tanggal 1 september 2011, dimana aku mulai mengenalnya. Aku ingin, Kembali pada
bulan September….entah kenapa aku teringat kembali akan hari itu, tapi tak ada alasan untuk bersedih lagi kini."
kata Julie dengan perasaan lega, dan ia pun bersiap-siap untuk berjalan di altar, mengucap janji setia itu, dengan orang lain, yang sangat ia cintai kini. Tak ada lagi kesedihan dalam hatinya, kini tinggal lah kebahagiaan bersama orang yang ia cintai kini, dan kenangan bersama orang yang sangat ia cintai dulu
but don't worry, i do not forget you..
i'll always praying for your happiness there, :)
but, you should promise me,
you will always shining down on me
from HEAVEN <3
Lots of Love to
Marsel Arnold Reynaldi
By : Julie
Stefany Gunawan..