Wisdom

“Any change, even a change for the better, is always accompanied by drawbacks and discomforts."

Senin, 13 Agustus 2012

Justin Drew Bieber, pertama terkenal kalo engga salah tahun 2009 pertengahan. ga ngeh sih sama artis 1 ini, tp lumayan suka liat video clipnya juga. biasa aja kok, menang suara doang sama tampang. itulah kesan pertama yang gue lihat di dia :)

tp, something unbelieved happen, waktu itu lagi iseng jalan jalan gitu kan di toko buku, eh ga taunya ngeliat buku MY WORLD (JUSTIN BIEBER) warna ungu gitu yang gue beli pake uang  jajan sendiri, sekitar 80an ribu gitulah harganya. Purple, dan ber-cover foto Jb, yang menarik gue untuk ngerelain uang itu.

pas baca itu buku, 1 kata buat mendeskripsikannya "WOW !!!

gue jadi tau beberapa facts bout JB, he is a amaze boy in this world, he is cares with his fans, family, he is a religious boy, dia sangat taat akan ajaran agamanya, n then dia ga kayak artis cowo lain, dia ga pernah tuh yang namanya mabuk atau selingkuh, dia sering digosipin yang aneh-aneh, salah satunya pas dia digosipin menghamili fansnya, tp ga terbukti kan ???
cewe itu hanya cari sensasi, konyol (n) 
tp gapapa, hal itulah yang kemudian membuat Justin menjadi lebih terkenal.

Justin, sangat sayang sama mom and dadnya, his grandma n grandpa, and his step  brother, hard-worker, rendah hati, dan........

DIA FOLLOW GUE, DI FOLLOW LHO SAMA JUSTIN DREW BIEBER..




andai aja kalo gue pengidap jantungan, bukan asma, pasti udah jantungan pas tau JB followed me..
disitu nangis sih, saking ga percayanya, dari situ gue jadi sadar, gue adalah beliebers sejati, and i promise m self, someday i shoul take pictures with him, ask his signature on my face, kiss him, and watch his perform, i promise Justin, because i am YOUR GREATEST FAN :)

Justin Bieber

Sabtu, 11 Agustus 2012

Back To September


cerita ini saya persembahkan untuk sahabat terbaik dan teman saya, Desra Indra Aryahya yang sudah bahagia di surga, selamat jalan Desra, Sosok mu akan selalu kami kenang hingga akhir hayat, kawan :*

(03 Desember 1995 - 06 Oktober 2011)



Back To September
Created by : Tiana Yulia

        “Oh ternyata sudah tanggal 30 Agustus ya sekarang. Welcome September ”.  Kata Julie dengan penuh semangat. Bulan September sudah hampir tiba. Seperti biasa, Julie selalu membuat list tentang hal-hal apa saja yang dia inginkan agar bias tercapai pada bulan itu. Nilai dalam pelajaran yg semakin meningkat, mempelajari hal-hal baru, bertemu dengan orang-orang yang baru, dan mungkin menemukan cinta sejati. Amin.. Itulah list yang Julie buat untuk bulan September. Entah kenapa harus bulan September, sepertinya akan ada hal hebat dan tidak biasa yg akan terjadi di bulan itu, itulah kegalauan yang dirasakan oleh Julie. Ia merasa seperti orang yang sudah bisa membaca hal apa yang akan terjadi di masa mendatang.


1 september 2011
Hari senin, dan begitu banyak buku pelajaran yang harus dibawa pada hari senin, dengan terlihat seperti sangat kerepotan dengan buku yang lumayan banyak, dan melintasi koridor sekolah menuju ke kelas yang begitu jauh, memang.. kelas Julie berada pada lantai 3 sekolahnya, sekolah itu memiliki 4 lantai. Hal itu sedikit membangkitkan badmood bagi Julie di hari pertama bulan September.



          “Hmm, Can I help you to bring those books ? sepertinya kamu terlihat sangat repot.” Kata seseorang di belakang Julie. “Em.. ya, kalau tidak merepotkan.” Kata Julie yang kaget mendengar suara tersebut. Tubuh tinggi dan tegap, rapi dan terlihat berwibawa. “Sepetinya dia kakak kelas saya di sekolah ini”. Bisik Julie dalam hati. Mereka berdua lalu menyusuri koridor sekolah dalam suasana yang hening, tak ada sepatah katapun terucap diantara mereka berdua. “Kelas kamu disini kan ? Ini bukunya, saya mau pergi dulu”. Kata anak yang bertubuh tegap itu dengan tergesa-gesa. “Oke, thanks ya buat bantuannya, kalo boleh tau nama kam…..” kata Julie. Tetapi  anak  tersebut sudah jalan sebelum Julie sempat menyelesaikan kata-katanya..


2 September 2011
rasa penasaran Julie semakin besar, ia ingin mengetahui siapa sebenarnya orang yang membantunya kemarin. Hari ini sekolah masuk lebih pagi dan pulang lebih cepat, setelah jam pelajaran bahasa inggris lanjut dengan istirahat. Teman-teman Julie yang tergabung dalam gang AmazE-girl atau dikenal sebagai the Amazing and Extraordinary girl gang, cukup terkenal meskipun hanya di seantero kelas XI ipa saja. Mereka bergabung membicarakan siapa anak yang membantu Julie di hari senin kemarin, setelah survei pada teman-teman sekelas, Juli akhirnya tau kalau dia itu ternyata adalah kak  Marsel anak XII bahasa A. Kak Marsel ini ternyata adalah seorang murid baru yang baru saja pindah beberapa minggu ini, ia orang yang cukup misterius, dan hanya kepada beberapa orang saja dia pernah berbicara, termasuk teman-teman se-gangnya dan kepada Julie saja ia pernah berbicara.


3 september 2011
seperti biasa, rutinitas awal Julie dimulai dengan pergi ke sekolah. Tapi, ketika melintasi kelas XII di lantai 2, entah mengapa ia merasa seperti ada beberapa orang yang melihatnya melintas pada saat itu, ternyata orang-orang itu adalah Kak Marsel dan teman-temannya. Karena merasa canggung, Julie pun lalu berlari menuju ke kelas secepatnya.



4 september 2011,
pukul 13.30, saatnya pulang setelah berkutat dengan 6 mata pelajaran pada hari itu yang sungguh melelahkan dan cukup menguras tenaga. Saat berjalan keluar menuju pagar sekolah, tiba-tiba saja ada banyak anak kelas X yang berjalan di belakang Julie dan berteriak “SURPRISE“, Julie mendapat sebuah hadia, yang ia tahu itu adalah coklat, dan bingkisan kado sedang. Julie yang masih bingung pun menjadi semakin bingung karena diantara anak-anak tersebut taka da yang mau memberi tahu dari mana kado tersebut dan dalam rangka apa kado itu diberikan kepadanya. Dengan sedikit paksaan dari anak-anak tersebut, akhirnya July menerima juga  kado dan coklat tersebut.


            “Hyuh.. 4 hari yang benar-benar aneh di bulan September, sungguh aneh,” kata Julie yang termenung menatap buku diarynya, ke 4 hari itu sampai-sampai membuatnya menjadi speechless dan tak tahu apalagi yang harus ditulisnya di buku diarynya.
Hari-hari selanjutnya di sekolah Julie, hanya biasa-biasa saja. Dia sudah tidak menerima kejutan-kejutan atau beberapa hal aneh seperti yang ia alami selama 4 hari kemarin. Dan Julie merasa sepertinya ia merindukan kejadian-kejadian kemarin yang terjadi pada dirinya. Namun ia tetap menjalani hari-hari itu dengan penuh semangat dan juga tentunya dengan selalu berpikiran positif. Ia hanya berpikir kalau kejadian kemarin itu hanyalah ulah orang yang ingin kenal dengannya namun engan cara yang tidak biasa.


15 September 2011
Hari itu hujan besar turun sejak pagi hari, sehingga lapangan tennis maupun lapangan basket di sekolah becek dan tergenang. Hari itu berlangsung biasa saja, namun anehnya teman-teman dekat Julie seperti menjaga jarak dengannya pada hari itu. Namun Julie tetap berusaha berpikir positif, ia menganggap mereka seperti itu karena mereka sedang tak mau diganggu.


      Julie pulang agak telat pada hari itu karena ada beberapa tugas artikel sekolah yang harus ia kerjakan untuk tugas karya ilmiahnya. 1 jam kemudan, tugas itu akhirnya selesai. Dan Julie pun bergegas untuk pulang ke rumah, tapi langkahnya tiba-tiba terhenti ketika ia ada di lapangan basket sekolahnya, karena melihat tulisan namanya yang begitu besar dicetak dan terpampang di sana. Seingatnya tadi pagi tidak ada tulisan seperti itu, dan anehnya lagi lapangan basket itu sekarang kering dan bersih padahal tadi pagi hujan turun sangat deras dan lumayan lama.. “Happy birthday Julie Stefany Gunawan, and would u like to my my girlfriend ?” kata seseorang dari kejauhan. Julie hanya bingung dan tak tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi. Tiba-tiba kak Marsel datang menghampirinya dan meminta jawaban atas pertanyaan tersebut, di belakang kak Marsel, Julie melihat ada beberapa sahabatnya yang mengatakan kata iya tapi dengan tidak bersuara, yang artinya meminta Julie untuk berkata “YA”. Dengan mengikuti kata hatinya, dan tak sadar  tiba-tiba Julie meneteskan  air mata saking bahagianya, ia lalu berkata ya. Jadilah pada tanggal 16 september adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupnya. Julie lalu memeluk erat sahabatnya, menyadari bahwa ia sendiri lupa pada hari ulang tahunnya dan tak menyangka bahwa ia bias menerima seseorang seperti kak Marsel yang belum pernah ia kenal sebelumnya.

Sejak hari itu, setiap harinya merupakan hari yang indah bagi Julie, ia mempunyai sahabat yang sangat menyayanginya dan seserorang yang sangat berharga untuknya, sejak tanggal 16 september, ia selalu menerima kejutan-kejutan kecil dari Kak Marsel yang kini ia panggil Marsel, mulai dari coklat, cacing, dan segala sesuatu yang tak pernah ia sangka-sangka sebelumnya.
Sebulan kemudian, 15 oktober 2011, Marsel harus pergi ke Singapure untuk mengambil dokumen-dokumen pindah sekolahnya yang masih tertinggal disana, ia pergi dengan teman dekatnya, Mark,yang juga berasal dari sekolah yang sama.  Marsel pergi kira-kira sekitar 1 minggu, dan ia berjanji sepulangnya dari Singapure ia akan memberikan oleh-oleh kepada Julie, yaitu sesuatu yang Julie tidak disangka-sangka Julie sebelumnya.
1 minggu pun berlalu, dan itulah yang ditunggu-tunggu Julie, untuk bertemu dengan Marsel. Orang yang paling terbodoh dan paling berharga dalam hidupnya.


         Rencananya, sore nanti pada saat Marsel tiba dari penerbangannya di Singapure, akan ada pesta kecil-kecilan di kafe yang sudah dibuat oleh Julie untuk menyambut Marsel. Dan itu adalah pesta kecil yang sangat sempurna yang pernah ia buat.
2 jam berlalu dari waktu kedatangan Marsel, tapi pesawat belum juga ada tanda-tanda akan tiba, “sepertinya pesawat delay, paling sebentar lagi pesawatnya akan sampai” kata Julie dengan raut wajah sedikit cemas.


         Tiba-tiba telepon genggam Julie berdering, ternyata dari Marsel. “you know, I will always love you, until the end. Now it’s too late to hold you, cause I am flown away, so far away. But don’t worry, I’ll always shining down on you from heaven, shining you from heaven, Julie Stefany Gunawan.” Kata Marsel dengan nada lembut. Yes, I know that, I’ll love you too, and go home quickly, saya sudah siapkan pesta kecil-kecilan yang menurut saya sangat sempurna untukmu.” Julie berkata di telepon genggamnya dengan antusias. Tapi hening tidak ada suara. “Marsel, kenapa diam ?” kata Julie bingung. Tapi tetap masih tak ada suara.


“Julie, pesawat yang ditumpangi Marsel dan Mark dari Singapure menuju Indonesia…….. tidak ada yang selamat dari kecelakaan itu” Kata Winda, sahabat Julie dengan mata berlinang. Telepon genggam di tangan Julie pun seketika jatuh, ia tahu hal buruk telah terjadi.  Seolah dunia tiba-tiba menjadi gelap,seperti itulah suasana hatinya kini.
Kau telah terbang jauh, sangat jauh,jadi  tetaplah bersinar untukku selalu dari Surga..

"Bulan September ku yang begitu indah, itulah akhirnya, tepat 10 tahun yang lalu peristiwa itu terjadi, tetap membekas erat di ingatan ku seolah 1 september 2011 baru saja terjadi kemarin. 1 yang ingin aku minta kepada Tuhan, kembalikanlah aku pada tanggal 1 september 2011, dimana aku mulai mengenalnya. Aku ingin, Kembali pada bulan September….entah kenapa aku teringat kembali akan hari itu, tapi tak ada alasan untuk bersedih lagi kini."
kata Julie dengan perasaan lega, dan ia pun bersiap-siap untuk berjalan di altar, mengucap janji setia itu, dengan orang lain, yang sangat ia cintai kini. Tak ada lagi kesedihan dalam hatinya, kini tinggal lah kebahagiaan bersama orang yang ia cintai kini, dan kenangan bersama orang yang sangat ia cintai dulu


but don't worry, i do not forget you..
i'll always praying for your happiness there, :)
but, you should promise me, 
you will always shining down on me
from HEAVEN <3


Lots of Love to Marsel Arnold Reynaldi

By : Julie Stefany Gunawan..